Dukungan Agar Pemilu Damai 2024 Berjalan Aman dan Damai dari Rektor, Dosen, Akademisi,Mahasiswa hingga Federasi Serikat Pekerja di Kalsel

BIDIK NEWS
Rabu, 07 Februari 2024, Februari 07, 2024 WIB Last Updated 2024-02-07T00:00:51Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Banjarmasin - Menjelang Pesta Demokrasi yang tinggal beberapa hari lagi, terutama agar Pemilu Damai 2024 bisa terwujud beberap Tokoh dari Rektor, Dosen, Akademisi, Mahasiswa, hingga Federasi Serikat Pekerja, mengajak untuk mendukung Pemilu Aman, Sejuk dan Damai serta Jujur Adil di Provinsi Kalimantan Selatan. Selasa ( 06/02/2024).


Beberapa video viral diberbagai media sosial publik di Kalsel, tampak ajakan untuk mendukung Pemilu Aman dan Damai, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Prof. Dr. Ahmad Ali Bachri, Rektor Universitas Sari Mulya, Dosen FISIP ULM, Dr Taufik Arbain, para Akademisi, Mahasiswa ITS Mandiri Kabupaten Balangan, BEM Politeknik Negeri Kabupaten Tanah Laut dengan ajakan supaya Pemilu 2024 berjalan damai.


Juga ada dari,Mahasiswa Akademi Kebidanan Banua Bina Husada, Kota Banjarbaru, Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Kalimantan Selatan, serta Ketua DPC KSPI sekaligus Koordinator Wilayah Kalsel, Federasi Serikat Pekerja Energi Pertambangan Minyak, Gas Bumi dan Umum, (Sahrul)


Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad Ali Bachri, mengatakan, agar semua pihak mendukung penuh penyelenggaraan Pemilu yang bersifat Jurdil dan Bermartabat, dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.


"Dengan ini saya mendukung penuh penyelenggaraan Pemilihan Umum yang bersifat Jurdil dan Bermartabat, dalam rangka memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," imbaunya di dalam video.


Sementara dari ksum Akademisi Civitas Akademika ULM dan para Mahasiswa, serta Datuk Cendikia Hikmadiraja Kesultanan Banjar, sekaligus sebagai Pakar di bidang Politik dan Pengajar Indonesia, dan Dosen FISIP ULM, Dr Taufik Arbain juga menghimbau.


"Kita akan mengikuti Pemilu pada 14 Februari 2024, tentu saja ajang Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden serta Wakil Presiden ini bisa menyebabkan perpecahan dan kerawanan, boleh berbeda pilihan namun tetap kita jaga harmoni kita bersama, untuk Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.

Komentar

Tampilkan